Senin, 24 Mei 2010

Orang kidal berpikir cepat dan kreatif

detikcom - Jakarta, Orang
selalu diajarkan untuk
menggunakan tangan
kanan saat bersalaman,
makan, menulis, olahraga,
atau pekerjaan lainnya.
Tapi banyak seniman,
olahragawan bahkan
pemimpin dunia yang
punya kebiasaan kidal
alias terbiasa
menggunakan tangan kiri.
Benarkah orang kidal
lebih cepat dan kreatif?
Tangan kiri memang lekat
dengan anggapan 'tangan
setan' atau 'tangan
terkutuk'. Dan sejak kecil
orangtua sudah
mengajarkan anaknya
untuk selalu
menggunakan tangan
kanan untuk melakukan
hal-hal baik.
Banyak orangtua di tahun
70-an dan 80-an yang
memaksa anaknya yang
kidal untuk dapat
menggunakan tangan
kanan. Tetapi sekarang
diketahui bahwa orang
kidal lebih unggul, seperti
menjadi pilot pesawat
tempur atau kemampuan
berbicara dan mengemudi
pada saat yang sama.
Menurut Scientific
American, ada sekitar 15
persen orang yang aktif
menggunakan tangan kiri
atau kidal. Alasan
sebagian orang kidal tidak
sepenuhnya jelas,
tergantung pada
campuran faktor genetik
dan lingkungan.
Sebuah penelitian yang
diterbitkan dalam jurnal
Neuropsychology
menunjukkan bahwa
orang kidal lebih cepat
memproses beberapa
rangsangan ketimbang
orang yang menggunakan
tangan kanan. Hal ini juga
membuat orang kidal
lebih kreatif.
Penelitian yang dilakukan
di Australian National
University (ANU)
tampaknya mendukung
studi sebelumnya yang
menunjukkan bahwa
kebiasaan menggunakan
tangan kanan atau kiri
ditentukan sejak dalam
rahim.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa
orang kidal lebih cepat
dan kreatif karena
menggunakan kedua
belahan otaknya, berbeda
dengan orang yang
terbiasa menggunakan
tangan kanan yang hanya
menggunakan otak kiri.
Kedua belahan otak
sebenarnya hampir sama,
dan sebagian besar untuk
memproses informasi
yang sama, dengan data
lewat bolak-balik di
antara keduanya
terutama melalui jalur
saraf utama.
Namun, tugas-tugas
tertentu, seperti
pengolahan bahasa,
cenderung terjadi pada
satu belahan saja. Bagi
kebanyakan orang,
pengolahan bahasa
terjadi di bagian kiri.
Untuk orang kidal, tugas-
tugas tersebut mungkin
terjadi di kedua belahan
otak.
Bidang keahlian lain
adalah pengolahan data
indra, biasanya data yang
dikumpulkan di sisi kanan
tubuh, seperti mata
kanan, telinga kanan, dan
lainnya, akan menuju ke
belahan kiri untuk
pemrosesan. Dan
sebaliknya, data yang
dikumpulkan di belahan
kiri akan menuju belahan
otak kanan.
Penelitian ini
menunjukkan bahwa
orang kidal yang terbiasa
menulis dengan tangan
kiri mungkin memiliki
otak yang lebih kondusif
untuk simultan atau
rangsangan dan
pengolahan di kedua
bagian otak. Orang kidal
lebih mudah
menggunakan kedua
belahan otak untuk
mengelola rangsangan,
sehingga keseluruhan
proses dan waktu respon
lebih cepat.
Ini juga bisa berarti
bahwa ketika salah satu
belahan otak mendapat
kelebihan beban dan
mulai melambat, belahan
otak lain bisa lebih
mudah memilih mengisi
kekosongan itu.
Para pakar juga berteori
bahwa orang kidal
memiliki mental lebih
baik saat di usia tua dan
saat proses otak secara
keseluruhan mulai
melambat.
Dan seperti yang dikutip
dari Ehow, Senin
(24/5/2010), orang kidal
cenderung lebih atletis,
memiliki kesadaran yang
lebih spasial dan berpikir
lebih cepat.
Menurut sebuah studi
yang dilakukan oleh Dr
Alan Searleman dari St
Lawrence University di
New York, menunjukkan
bahwa orang kidal
mampu mendukung sisi
kiri tubuhnya untuk
semua kegiatan fisik.
Orang kidal juga dua kali
lebih terampil dalam
pemecahan masalah dan
memiliki IQ lebih tinggi
dari orang yang aktif
dengan tangan kanan.
Beberapa orang kidal
terkenal seperti Presiden
George HW Bush, Bill
Clinton dan Barack
Obama, Pangeran Charles
dan Pangeran William dari
Inggris. Musisi Jimi
Hendrix, Kurt Cobain dan
Paul McCartney. Ilmuwan
Isaac Newton, Marie Curie
dan Benjamin Franklin.
Seniman Michelangelo
dan Leonardo Da Vinci,
dan tokoh-tokoh sejarah
Alexander Agung,
Charlemagne dan Julius
Caesar.

Tidak ada komentar: