Wikipedia

Hasil penelusuran

Rabu, 12 Mei 2010

10 syndrome teraneh

Di dunia ini memang
menyebar banyak sekali
penyakit, sindrom atau
kelainan. Beberapa
diantaranya, amat tidak
lazim dan aneh.
Kebanyakan penyakit dan
sindrom ini disebabkan
karena faktor psikologis.
Penyakit, sindrom dan
kelainan ini dapat saja
diderita oleh kerabat dan
teman kita. Dengan
mengenal penyakit dan
sindrom ini, kita dapat
menyarankan kepada
mereka untuk melakukan
pengobatan atau
konsultasi.
1. Trichotillomania :
Merupakan kelainan
kontrol impuls. Penderita
kelainan ini terdorong
untuk mencabuti rambut
yang tumbuh di tubuhnya
sendiri. Misalnya, rambut
pada kepala, hidung,
ketiak atau kaki . Kelainan
ini disebabkan karena
kelainan serotonin dan
dopamine pada otak.
Penderita kelainan ini
tidak menyadari apa yang
mereka lakukan sehingga,
kelainan ini dapat
dikurangi dengan
melakukan pelatihan
perilaku (Habit Reversal
Training ).
2. Cotard's Syndrome:
Penderita sindrom ini
sering merasa bahwa
dirinya telah meninggal
dunia atau pada dasarnya
tidak tercipta di dunia ini.
Penderita sindrom ini juga
dapat saja merasakan
bahwa ia sedang
kehilangan darah atau
organ-organ dalam
tubuhnya. Cotard's
Syndrome adalah salah
satu kelainan
neuropsychiatric yang
langka. Beberapa
penelitian menunjukkan
bahwa, sindrom ini dapat
muncul akibat menderita
depresi. Sindrom ini diberi
nama sesuai dengan
penemunya yaitu, Jules
Cotard. Pada tahun 1880,
Jules Cotard mengangkat
kasus dari salah seorang
pasiennya, yang
mengingkari sebagian
anggota tubuhnya
(misalnya, ia mengaku
bahwa ia tidak mengenal
anggota tubuh yang
disebut dengan tanga)
dan mengklaim bahwa
dirinya tidak butuh
makan.
3. Kleptomania:
Kelainan ini cukup
populer di Indonesia.
Penyakit ini muncul akibat
kelainan serotonin pada
otak. Penderita penyakit
ini umumnya wanita.
Penderita penyakit ini
sulit mengendalikan diri
untuk tidak mengambil
barang miliki orang lain
atau dari toko. Tetapi
penderita penyakit ini bisa
dibedakan dari pencuri
biasa karena, barang-
barang yang diambilnya
adalah barang-barang
yang tidak berharga
seperti, penjepit kertas,
tisu, peniti dll (kalo
ngambilnya HP sih emang
maling, hajar ajahhhhh
hehehehe....). Kelainan ini
dapat diobati dengan
melakukan Cognitive-
behavioral therapy.
4. Stendhal Syndrome:
Penyakit ini menyebabkan
penderitanya mengalami
sakit kepala, jantung
berdebar-debar dan
halusinasi saat melihat
benda-benda seni
(terutama yang bagus dan
besar). Nama penyakit ini
diambil dari nama seorang
penulis Perancis pada abd
ke 19. Dalam bukunya
yang berjudul "Naples and
Florence: A Journey from
Milan to Reggio", Stendhal
mengungkapkan
pengalamannya saat
melihat benda-benda seni
di Florence. Penyakit ini
diteliti pertama kali oleh
psikiatris Italia, Graziella
Magherini, pada tahun
1979. Ia mengamati 100
orang turis asing yang
mengalami gejala yang
sama dengan Stendhal
saat mengunjungi
Florence.
5. Exploding Head
Syndrome:
Penderita kelainan ini
merasakan munculnya
suara keras atau ledakan
dari dalam kepalanya.
Perasaan ini dapat
menimbulkan ketakutan
atau membuat
penderitanya kehilangan
kesadaran. Penyakit ini
lebih banyak diderita oleh
wanita. Walapun belum
diketahui penyebabnya,
penyakit ini diduga
muncul akibat stress dan
kelelahan.
6. Capgras Delusion:
Penyakit ini menyebabkan
penderitanya merasa
bahwa beberapa anggota
keluarganya telah
digantikan oleh orang lain
yang menyerupai mereka.
Gejala ini umum dijumpai
pada penderita
schizophrenia, pengguna
narkoba, mantan
penderita stoke atau
orang yang pernah
mengalami cedera otak.
Penyakit ini membuat
penderita enggan untuk
bergaul dengan anggota
keluarga yang
dicurigainya. Penyakit ini
pertama kali diamati oleh
Joseph Capgras dan
Reboul-Lachaux pada
tahun 1923.
7. Pica:
Penyakit ini mendorong
penderitanya untuk
memakan barang-barang
yang umumnya tidak
dianggap makanan
misalnya tanah, baru,
kapur, kertas, korek api
dll. Penderita pica juga
terdorong untuk
mengkonsumsi bahan-
bahan pembuat makanan
yang masih mentah
misalnya tepung, bawang
mentah dll. Sejumlah ahli
menduga bahwa, Pica
disebabkan karena
kekurangan mineral
tertentu tetapi, dugaan ini
belum dapat dibuktikan
secara kuat.
8. Genital Retraction
Syndrome:
Sindrom ini menyebabkan
penderitanya menjadi
panik. Pria penderita
penyakit ini merasa
bahwa penisnya menyusut
hingga akhirnya
menghilang karena masuk
ke dalam pinggulnya.
Wanita penderita sindrom
ini akan merasa bahwa
payudaranya mengecil
dan berangsur-angsur
menjadi rata. Beberapa
penderita bahkan merasa
bahwa dirinya telah
menjadi korban guna-
guna, atau tenung.
9.Stockholm syndrome:
sindrom ini biasa di derita
oleh para korban
penyanderaan. Ketimbang
dendam terhadap
penyandera, si korban
malah bersikap loyal
terhadap penyandera.
Para mengalami ikatan
emosional dengan para
penyandera dan kerap
berusaha melindungi
penyandera dari sergapan
aparat. Sindrom ini juga
kerap diderita oleh para
korban pemerkosaan,
penculikan atau anak
korban kekerasan seksual.
Sindrom ini pertama kali
di amati pada para koban
penyanderaan di sebuah
bank di Stockholm,
Swedia, pada tahun 1973.
Setelah enam hari
disandera, para korban
malah berbalik membela
para penyanderanya.
10.Jerusalem Syndrome:
Sindrom ini adalah salah
satu jenis religious
psychosis yang muncul
setelah mengunjungi
Jerussalem. Penderita
sindrom ini merasa bahwa
dirinya adalah seorang
nabi yang diutus oleh
tuhan. Akibatnya, mereka
berusaha mendakwahkan
ajaran-ajaran mereka yang
diklaim berasal dari
tuhan. Mereka sering
menuduh orang lain
sebagai pendosa yang
harus melakukan
pertobatan dengan
tuntunan mereka.
Sindrom ini biasanya
muncul setelah beberapa
minggu meninggalkan
Jerusalem. Wah, sindrom
ini penting nih untuk
diketahui sama aparat
berwenang karena, bisa
saja para penyebar aliran
sesat di Indonesia
menderita sindrom serupa
hehehe......
__

Tidak ada komentar: